Pengen traveling hanya dengan modal dengkul? Biasakan berpikir cerdas!

Pengen traveling hanya dengan modal dengkul? Biasakan berpikir cerdas!

                    Benar! Kita tidak salah membaca judul tulisan ini. Berpikir cerdas bisa dipelajari, bukan karena bakat alami. Siapa yang bilang kalau cerdas itu bawaan. Jika ada berarti dia salah menafsirkannya. Aneh kan kalau ada anak SMA yang kerjaannya tidur setiap hari tapi bisa masuk ke perguruan tinggi favorit. Jawaban yang pasti adalah dia pasti belajar, hanya saja mungkin tidak pernah diungkap di ruang publik. Pandangan setiap manusia tidak selalu sama saat menerjemahkan perilaku seseorang.

                Maksud Penulis dari berpikir cerdas ialah tindakan yang membiasakan untuk mengawali hampir setiap pekerjaan dengan perencanaan. Kita semua pasti setuju jika hasil yang baik pasti diawali dengan perencanaan yang baik pula. Contoh sederhananya seperti ini, Kita sedang ingin liburan ke Bali. Otomatis Anda menyiapkan budget yang lumayan besar dengan cara menabung. Selanjutnya mengumpulkan daftar harga pesawat yang terjangkau. Lalu mencari informasi tentang destinasi wisata dan hotel tempat menginap kelak di sana. Bahkan pelayan restoran saja mampu berlibur ke Bali jika ia melakukan perencanaan yang luar biasa.

                Persiapan-persiapan tersebut sudah masuk dalam kategori perencanaan. Namun akan dikatakan sangat hebat lagi jika kita menyelam lebih dalam pada perencanaan tersebut. Yaitu dengan membuat rincian lebih detil lagi mengenai perencanaan secara garis besar tadi. Misalnya saat penentuan hotel, Kita dapat mencarinya dengan penyesuaian beberapa kriteria seperti, budget, lokasi wisata, kelengkapan fasilitas, dan lain-lain.

                Lebih baik perencanaan tersebut diperdalam lagi sampai porosnya, sehingga hal ini akan sangat memudahkan urusan Kita nanti. Itu tidak mungkin! Kata siapa tidak mungkin? Itu mungkin saja. Mengapa? Lagi-lagi kita dituntut berpikir brilian. Kebanyakan waktu menjadi alasan utama soal ini. Saat menyusun sebuah rencana, akan sangat bijaksana jika dilakukan pada jauh-jauh hari sebelum hajat tiba. Hal ini akan memaksimalkan rencana yang sedang dan akan disusun secara tepat.

                Memang rencana masuk dalam hal-hal yang belum pasti. Maka disarankan membuat rencana sebanyak mungkin, sesuai kemampuan dan kebutuhan. Kita bisa membuat beberapa alternatif jikalau rencana pertama terjadi kegagalan, maka rencana berikutnya patut dicoba keberhasilannya. Bagaimana? Cerdas itu bisa dipelajari bukan? Asalkan Kita mengetahui kiat-kiatnya dan ada kemauan yang lebih untuk belajar. Hal ini juga berlaku pada urusan-urusan yang kecil. Karena perencanaan yang baik membutuhkan latihan dengan intensitas yang tinggi.

                Selain itu, iringan Do’a yang senantiasa dipanjatkan akan lebih efektif guna kelancaran rencana yang telah disusun. Yang dikatakan pasrah dan ikhlas adalah menyerahkan seluruh hasil kepada Yang Maha Kuasa, dengan catatan usaha yang dilakukan telah masuk ke level maksimal. Pertolongan pasti akan datang menghampiri kita jika memang keinginan Kita dikehendaki oleh Sang Pencipta. Dengan pasrah dan ikhlasnya hati Kita, diharapkan agar kelak rencana yang gagal tidak pernah membuat Kita menyesalinya secara berlebihan. Karena sebelumnya telah diniatkan untuk menerima segala hasil yang akan terjadi.

                Berpikir positif termasuk ke dalam pikiran yang cerdas. Hal ini akan menghindarkan Kita dari berprasangka buruk terhadap apapun, baik sesama manusia, makhluk hidup yang lain, dan Tuhan. Kecewa itu wajar tapi bukanlah akhir dari kehidupan. Terkadang kekecewaan berarti sebuah permulaan dari rencana Tuhan yang lain, untuk Kita menjadi lebih baik. Selalu ada jalan keluar selama Kita yakin akan hal itu. Karena jalan keluar selalu ada bagi manusia yang menjalani kehidupan.

Author
Mohammad Anang23 posts

Remember to eat, sleep, and blink!



Related articles
0 Comments
  1. Tidak Ada Komentar.
Leave a Comment